Egoisme & Inkosistensi Ilmuwan

Seorang ilmuwan bisa menuntut seseorang karena mencontek (memplagiasi) hasil riset atau pekerjaan imuwan tsb. Namun tidak sedikit juga ilmuwan yang tidak menghargai karya Allah Pencipta Alam Semesta; karya Allah disebut sebagai karya ilmuwan tsb, ciptaan Allah justru diakui sebagai ciptaan ilmuwan tsb. Kalau seorang ilmuwan menemukan fenomena GGL/EMF(gaya gerak listrik/electromotive force) bukan berarti ilmuwan tsb yang menciptakan fenomena GGL, melainkan dia hanya menemukan fenomenanya; kalau seseorang menemukan unsur kimia baru bukan berarti dia yang menciptakannya. Penemu tidak selalu pencipta. Kalau ilmuwan itu menuntut karyanya diakui orang lain, maka mengapa ilmuwan tsb berani mengakui karya Allah sebagai karyanya? Bukankah ini bentuk egoisme dan inkosistensi?

Leave a Reply