Ilmuwan dan akhlak

Ketika akhlak seorang ilmuwan semakin berbanding terbalik dengan tingkat keilmuannya maka ia telah berjalan menuju kondisi “mantan ilmuwan”, akibat ingkar ilmu. Ketika tanda/bukti kebesaran Allah semakin terkuak dari keilmuan seseorang maka orang tsb semestinya makin tahu dan makin gemar beribadah kpd-NYA dan semakin takut untuk tidak taat kpd-NYA. Jika terjadi sebaliknya berarti orang tsb sedang menuju ke status “mantan ilmuwan” akibat ingkar ilmu. Dakam teori himpunan klasik tegasnya orang tsb masuk dalam anggota “himpunan orang yg tak berilmu” atau dalam pernyataan komplemental (negasional) dinyatakan sebagai bukan anggota “himpunan orang yg berilmu”. Namun dalam teori himpunan fuzzy orang tsb bisa dikatakan sebagai anggota himpunan orang yg berilmu dg derajat keanggotaan yg sangat kecil mendekati nol, akibat buruknya akhlak. Dalam istilah syariah agama orang tsb disebut sebagi ulama suu’ (ilmuwan yg buruk). Allah berfirman: “Apakah sama orang yg buta (tak berilmu) dengan orang yg melihat (berilmu)”.

Leave a Reply