Menempatkan Diri Sebagai Hamba ALlah

Pembagian A/B jika nilai B bertambah besar maka semakin kecil hasil baginya, sebaliknya jika nilai B semakin kecil maka semakin besar hasil baginya. Dalam teori Matematika pembagian dg bilangan 0 (nol) itu tak terdifinisi, tapi kalau A/B dimana B sangat mendekati 0 maka hasil A/B = tak hingga (infinite). Perbandingan Allah (Pencipta alam semesta dan seisinya) dengan manusia itu sangat tak hingga. Hamba yang bisa mempatkan dirinya sebagai hamba yg tak memiliki apa-apa (mendekati nol) dihadapan Allah maka ia akan merasakan kebesaran (ketakhinggaan) Allah dalam segala hal sehingga ia akan sangat butuh dan takut serta tergantung kepada Allah. Sesuai firman-NYA: “Allahu ashshomad = Allah tempat semua makhluk bergantung”. Sebaliknya hamba yg sombong (merasa besar) dihadapan Allah, merasa cukup memiliki segalanya maka perbandingan Allah terhadap dirinya menjadi kecil dan akhir ia merasa tak butuh kpd Allah dan bahkan ingkar kpd-NYA. Allah berfirman: ” Yaa ayyuhannaasu antumu alfuqaraa’u ilallaah, wallaahu huwal ghaniyyul hamid = Wahai manusia kamu harus merasa fakir (butuh) kpd Allah, dan Allah itu adalah Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji“. Intinya pelajaran matematika yg sederhana tsb bisa dijadikan bahan kontemplasi bagi kita dalam menempatkan diri kita kpd Allah SWT.

Leave a Reply