Tugas 2 Analisis dan Desain Sistem

    TUGAS 2 Analisis dan Desain Sistem
    (Paper Project & Presentation)
    DUE DATE: THURSDAY, OCT 7th 2010

GROUP 1:
Usaha perhotelan berkolaborasi sesama hotel dan juga beberapa perusahaan taxi dan bus untuk transportasi dan juga dengan perusahaan jasa wisata serta berkolaborasi dengan beberapa bank untuk transaksi yang terkait dengan finansial dengen pihak hotel. Masalahnya ketika ada booking (reservasi) fasilitas hotel tsb via hotel mana saja yang ada dalam kelompok kolaborasi tsb, sering terjadi delay atau pembatalan mendadak atau konflik sehingga ada kemungkinan kamar di pertahankan kosong tapi ternyata tidak jadi dipakai sehingga sering terjadi ketidakpastian, bahkan ada yang sudah membayar ke bank tapi ternyata batal, dan bahkan ada fasilitas ruangan atau kamar yang ter-reserve oleh lebih dari satu kustomer (konflik). Semua kondisi itu juga berkahibat berantai pada pemesanan sarana transportasi dan reservasi tour dan pariswisata. Kustomer juga mengeluh mengapa harus membayar ke masing-masing hotel, lalu jasa transportasi lalu jasa pariwisata dan bank pembayaran juga bank yang tidak selalu tersedia di setiap kota. Pihak hotel sendiri sering kebingungan dan terjamin informasi terkini tentang ketersediaan dan status kamar atau fasilitasnya.

GROUP 2:
Usaha catering berkolaborasi sesama catering dan juga beberapa perusaahan perhotelan dan beberapa perusahaan jasa wisata, perusahaan untuk penyelenggaran wedding partay, dan sarana transportasi. Perusahaan sering mengalami kehabisa stok bahan untuk pemesanan catering sehingga sering terlambat melayani pemesanan dan deliveri cateringnya ke kustomer (bisa hotel, perusahaan wedding party, penyedia jasa tour dan wisata). Apalagi makanan sangat peka terhadap cuaca dan jarak transportasi dan waktu untuk delivery. Bisa-bisa makanan basi ketika sampai ditujuan. Jadi penjadwalan sesuai pemesanan harus memperhitungkan kondidi makanan, alat dan jarak transportasi. Demikian stok bahan juga harus cukp kuantitas dan kualitasnya untuk perusahaan catering tsb (inagt ada >= 2 perusahaan catering yang berkolaborasi). Keluhan pengguna adalah makanan basi, tidak sesuai pesanan, salah jadwal, dan pembayaran yang sulit (tidak fleksibel). Juga pembatalan mendadak dan pemesanan mendadak dari kustomer bisa mengacaukan manajemen perusahaan catering.

GROUP 3:
Usaha media cetak berkolaborasi sesama media cetak yang lain dan juga beberapa perusaahan perhotelan dan beberapa perusahaan jasa wisata, distributor dan kantor-kantor swasta maupun pemerintah bisa di dalam dan luar negeri, dan perusahaan grosir media cetak. Waktu terbit media yang bervariasi (harian, mingguan, bulanan) untuk berbagai media cetak perlu manajemen penjadwalan yang baik. Kangan sampai media harian baru sampai ke kustomer setelah lebih dari 1 hari misalnya (kedaluarsa). Perusahaan juga sering kelbihan media yang tidak terjual. Perusahaan mestinya bisa punya estimasi yang baik untuk berapa jumlah yng paling optimum untuk tidak beresiko tidak terjual. Karena hal itu mempengaruhi biaya produksi dan efisiensi produksi dan penjualan. Perusahaan media tsb juga sering salah melihat pasar (segmen kustomer) jadi sering tidak terjual dengan baik di beberapa lokasi tertentu. Jumlah berita juga tidak jarang tidak mencukupi untuk mengisi kuota halaman media cetak yang akan diterbitkan.

GROUP 4:
Suatu perusahaan angkutan dan transportasi berkolaborasi dengan dengan berbagai perusahaan transportasi (PT Persero Kereta Api, Maskapai Pelayaran, Maskapai Penerbangan, Pengusaha Taxi, Pengusaha Bus) untuk menyediakan jasa angkutan terpadu dari berbagai alat transportasi di seluruh wilayah Nusantara. Beberapa situasi yang dikehendaki muncul ketika terjadi tidak meratanya penggunaan jasa dari beberapa pengusaha dan maskapai yang berkolaborasi. Suatu saat hanya perusahaan tertentu saja yang dapat order banyak sedang yang lain bahkan hampir tidak ada order. Jika situasi terus berlangsung para kolaboran yang merasa sepi order akan mundur dari kolaborasi tersebut. Mungkin segmen pasar yang menggunakan jasa angkutan terpadu masih terbatas, sehingga belum terdiversifikasi dengan lebih luas. Juga komunikasi antar mitra kolaboran juga sering tidak seimbang, ada yang mudah berkomunikasi namun ada yang sulit untuk bisa berkomunikasi. Pemilihan route transportasi juga menjadi masalah biaya (cost) yang bisa memperkecil keuntungan perusahaan angkutan tsb. Data rinci dan spesifik dari jumlah armada dari selutuh kobaran juga sering sulit diidentifikasi dengan pasti dan akurat setiaap saat ada order angkutan.

GROUP 5:
Produsen pupuk berkolaborasi dengan kustomer yang dapat mencakup pengusaha agroindustri dan perkebunan dan pengusaha tanaman hias serta kelompok tani. Berbagai jenis pupuk yang diproduksi harus disesuaikan dengan kebutuhan kustomernya, jika estimasi rencana produksinya dalam satu tahun tidak presisi, maka akan terjadi kekuranganatau kehabisan pupuk (out of stock) atau surplus pupuk dari beberapa jenis tertentu yang tak bisa terjual. Kondisi kehabisan stok membuat kustomer akan pindah ke pengusaha pupuk yang lain yang memiliki kepastian produksi dan stok pupuk. Jika ada surplus pupuk maka perusahaan rugi karena ongkos produksi tidak seimbang dengan revenue penjualan. Pemetaan kebutuhan keragaman pupuk dan kuantitasnya yang diperlukan oleh berbagai kustomernya perlu diakurasikan lagi lebih baik. Belum lagi persaingan antar sesama produsen pupuk.

UNTUK SEMUA KASUS DI ATAS:
1. Formulasikan masalah dari masing-masing kasus di atas (sesuai pembagian kelompok). Ingat maslah bisa lebih dari satu. Tidak harus satu.
2. Apa opportunity yang dapat saudara tawarkan untuk masalah di atas (harus >=3) tapi harus jelas masing masing peluang solusi yang ditawarkan.
3. Mana solusi terbaik dari opportunity yang ditawarkan? Apa justifikasinya?
4. Jelaskan rincian dari solusi terbaik tersebut dari segi kebutuhan fungsionalnya, kebutuhan non-fungsionalnya.
5. Formulasikan skope solusi terbaik anda.
6. Formulasikan kriteria keberhasilan solusi terbaik tersebut.
S E L E S A I

Leave a Reply